Oleh: Fadhilah, S.Psi,M.Pd.I
Fenomena dua wanita yang tega menitipkan lansia seperti ibunya di panti jompo dengan alasan yang bagi sebagian besar warga net dianggap tidak masuk akal telah menjadi viral dan memicu perdebatan di masyarakat. Harus dilakukan penelusuran mendalam terhadap fenomena ini sehingga kita tidak bisa gegabah menetapkan siapa yang salah. Kasus ini membawa penulis kembali meninjau bagaimana seharusnya seorang muslim memperlakukan orang tuanya terlebih lagi ketika orang tuanya tersebut sudah berusia lanjut.
Baca juga:
- Demokrasi dan Kebisingan Politik
- Tarif, Tirani, dan Gaza yang Dibungkam: Ketika Ekonomi Menjadi Senjata, dan Kemanusiaan Jadi Korban
Al-Quran di dalam beberapa suratnya telah memberikan pedoman secara garis besar. Antara lain: Pertama, surat Al-Isra’ Ayat 23: (“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”). Ayat ini menekankan pentingnya berbuat baik kepada orang tua, terutama ketika mereka sudah lanjut usia. Kedua, surat Luqman Ayat 14: (“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”). Ayat ini juga menekankan pentingnya berbuat baik kepada orang tua dan bersyukur kepada Allah SWT. Ketiga, surat An-Nisa’ Ayat 36: (“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”). Ayat ini menekankan pentingnya berbuat baik kepada orang tua dan orang lain di sekitar kita.
Nah, semua ayat dia atas menganjurkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita lebih lagi apabila orang tua telah lanjut.
Namun perintah tersebut tak mudah dilakukan. Butuh menyiapkan segudang kesabaran dan keikhlasan dalam merawat mereka. Terlebih lagi bila orang lansia yang dirawat juga sudah kembali ke kondisi pikiran, perasaan dan perilakunya seperti keadaan anak kecil lantaran akibat penuaan yang terjadi pada dirinya. Kadang ini mebutuhkan tenaga, waktu dan bahkan biaya yang maksimal dalam merawat lansia yang mana untuk hal perawatan ini sudah diketahui bersama, menjadi kewajiban atau tanggung jawab utama anak dan kerabatnya.
Kembali ke fenomena di awal tulisan ini, setelah saya melihat klarifikasi dua wanita viral tersebut di sebuah channel you tube, pada diri dua wanita yang viral itu muncul konflik kepentingan dalam diri mereka sebagai anak dari lansia itu. Di satu sisi ingin merawatsang ibu yang sudah renta, disisi lain mereka juga punya kepentingan bekerja untuk mencari nafkah. Ironisnya, kedua wanita inipun ternyata berlatar dari keluarga dhuafa, karena dari penuturan mereka di di channel tersebut, jangankan untuk orang tua mereka, untuk diri mereka dan keluarganya saja mereka harus tinggal di rumah mertua.
Beruntunglah lansia yang terlahir dari orang yang sudah punya kelebihan materi sebelumnya serta memiliki anak-anak yang saleh yang lebih memprioritaskan orang tuanya sesuai anjuran ajaran agama.Namun tulisan ini tidak mencari siapa yang salah. Tapi ingin mencari solusi terhadap masalah yang kadung muncul ini.






