Prabowo Panggil Dirut Pertamina Bahas Pasokan BBM Swasta

oleh -441 Dilihat
Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, ke Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (19/9/2025). [Foto: Dok. Kabapedia.com]

Jakarta, Kabpedia.com – Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, ke Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Pertemuan ini difokuskan untuk membahas ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta yang saat ini mulai mandek.

Baca juga:

Usai pertemuan, Simon menyampaikan bahwa Presiden meminta agar Pertamina segera menyiapkan alokasi kebutuhan BBM hingga akhir tahun 2025. “Nanti kan akan berbicara antar Pertamina terus badan usaha swasta. Jadi per tadi setelah selesai rapat dengan Kementerian ESDM, masih lanjut nih, langsung lanjut. Jadi kita minta alokasi kebutuhan dia sampai akhir tahun, begitu juga dengan semua tim langsung rapatkan tadi,” ujar Simon.

Terkait mekanisme bisnis antara Pertamina dan SPBU swasta, Simon menegaskan seluruh proses akan dilakukan secara terbuka. Pertamina juga memastikan tidak memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan, melainkan menjalankan mandat menjaga ketahanan energi.

“Kita sudah minta untuk tadi saya juga sudah sampaikan terbuka ke semua, untuk dilakukan mekanisme open book supaya bersama-sama begitu. Jadi kita melihat cost-cost apa yang muncul, kemudian diatur secara business-to-business. Yang pasti jangan sampai membebankan dan nanti harga ke konsumen jadi lebih tinggi kan. Jadi kita mengharapkan harga ke konsumen tidak berubah,” lanjutnya.

Pertamina bersama badan usaha swasta juga menyiapkan langkah impor tambahan untuk menutup pasokan kebutuhan. Namun, Simon menegaskan volume impor akan menunggu laporan kebutuhan dari masing-masing badan usaha. “Iya, karena hanya sampai akhir tahun kan, 2025. 2026 nanti pasti,” katanya.

Baca juga:

Selain menjamin kecepatan pasokan, Simon menekankan kualitas bahan bakar akan tetap sesuai standar yang ditetapkan Direktorat Jenderal Migas. “Nanti kan standarnya sesuai spesifikasi Dirjen Migas. Nah setelah itu, itu yang kita kirimkan ke semua, nanti akan diramu sesuai dengan resep dari masing-masing. Jadi penambahan aditif dan lainnya begitu,” tambahnya.

Pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah bersama Pertamina dalam menjaga ketersediaan, distribusi, dan kualitas BBM hingga akhir tahun, sekaligus memastikan konsumen tidak terbebani oleh kenaikan harga. [isr]

 

Ikuti Kabapedia Network di  Google News dan KabaPadang