Padang, Kabapedia.com – Universitas Negeri Padang (UNP) kembali mencatat capaian membanggakan. Kampus yang berada di Provinsi Sumatera Barat itu ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Inklusif dengan peringkat “Baik”, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif, setara, dan ramah bagi seluruh sivitas akademika.
Baca juga:
- UNP Kejar 1.000 Doktor, Kemdiktisaintek Dorong Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045
- Menuju Kampus Kelas Dunia, UNP Resmikan Institut Konfusius
Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ir. Krismadinata mengatakan, capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi UNP untuk terus berbenah, meningkatkan layanan, serta memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Krismadinata saat memberikan sambutan pada Wisuda Periode ke-145 UNP, Rabu (30/9/2026).
Dia juga mengajak para alumni dan mahasiswa bersama-sama mewujudkan UNP sebagai kampus inklusif, tempat setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, berkarya, dan meraih prestasi.
Wisuda Periode ke-145 UNP sendiri digelar pada 28–30 September 2026. Sebanyak 2.629 wisudawan dan wisudawati mengikuti rangkaian wisuda tersebut.
Dalam orasinya, Rektor UNP juga menyampaikan pesan menggugah kepada para lulusan dengan menekankan filosofi di balik simbol-simbol wisuda.
Toga dan topi yang dikenakan mencerminkan kematangan berpikir serta tanggung jawab keilmuan. Sementara itu, pemindahan kuncir melambangkan keberanian untuk melangkah dan berkarya di dunia nyata. Ijazah yang diterima menjadi bentuk kepercayaan almamater kepada para lulusan untuk membawa perubahan positif.
Menanggapi tantangan dunia kerja yang kerap diwarnai penolakan, beliau berpesan agar para alumni tidak berkecil hati. Menurutnya, satu pintu yang belum terbuka tidak menghapus kemampuan yang telah dibangun, sehingga evaluasi diri dan keberanian mencoba pendekatan baru menjadi kunci utama.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam momentum wisuda UNP kali ini. Para lulusan tidak hanya dilepas dengan bekal akademik, tetapi juga dengan dorongan untuk berani menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan.
Momentum wisuda kali ini juga menjadi panggung pembuktian atas berbagai pencapaian gemilang UNP, baik secara institusi maupun dari sivitas akademika.
UNP berhasil mengukuhkan posisinya di peringkat ke-7 Indonesia untuk jaringan riset internasional versi QS Ranking 2026, masuk 10 besar perguruan tinggi terbaik nasional versi SCImago Institutions Rankings 2026, serta naik ke peringkat 66 dunia dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026.
Kualitas akademik kampus ini diperkuat oleh 86 dari 152 program studi atau 56,6 persen yang telah meraih akreditasi Unggul/A. Sebanyak 38 program studi di antaranya juga telah mengantongi pengakuan internasional.
Di samping itu, Pojok Statistik UNP berhasil mengukir prestasi dengan meraih Peringkat 2 Kategori Binaan BPS Provinsi.
Prestasi membanggakan turut ditorehkan para mahasiswa di berbagai bidang. Di tingkat nasional, tim dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan yang terdiri dari Naila Rahma Suci Piliang, Rahmi Fadhila, dan Yofa Putri Adinda sukses meraih Juara 1 INOBEL PSYCHONATION 2026.
Tak kalah membanggakan, Megathrust Eco Team UNP merebut Juara 2 Kategori Pengereman pada Kompetisi Mobil Listrik Indonesia XIV di Polban. Sementara itu, Trisna Melsia Mendrofa dan Rachel Razwa Azimah dari Fakultas Bahasa dan Seni masing-masing menyabet Juara 2 dan 3 Bintang Radio Indonesia 2026 RRI Padang.
Di luar panggung akademik, UNP juga menegaskan komitmen sosialnya melalui aksi nyata tanggap bencana.
Merespons banjir bandang (galodo) yang melanda Kabupaten Solok pada 21 September 2026, UNP menerjunkan relawan dosen dan mahasiswa untuk membantu pemulihan lingkungan warga serta menggalang bantuan modal dan logistik melalui program UNP Charity.
Sebagai penutup, Rektor Krismadinata menitipkan empat pilar utama sebagai bekal bagi para lulusan dalam mengarungi perjalanan baru, yaitu keberanian untuk memulai, ketekunan dalam belajar, konsistensi menjaga kejujuran dan integritas, serta mental pantang menyerah.
Suasana haru dan khidmat di penghujung acara pun ditutup dengan pantun jenaka yang disambut tawa dan tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Baca juga:
- UNP Luncurkan Migran Centre Pertama di Luar Jawa, Siapkan SDM Sumbar Hadapi Pasar Kerja Global
- UNP Terima Mahasiswa Baru Prodi D4 Perhotelan, Ini Jadwal dan Syaratnya
Wisuda Periode ke-145 akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni pelepasan 2.629 lulusan. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan perjalanan UNP dalam membangun pendidikan yang inklusif, memperkuat prestasi akademik, serta mendorong para alumninya untuk terus berani melangkah dan berkarya di tengah tantangan dunia nyata. [isr]







