Realisasi Fisik 33 Persen, PUPR Kebut Proyek Infrastruktur Dasar

oleh -583 Dilihat
Menteri Dody saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI terkait Evaluasi Pelaksanaan APBN TA 2025 hingga Juli 2025 di Jakarta, Rabu (9/7/2025). [Foto: Dok. PUPR]

Jakarta, Kabapedia.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus memacu pembangunan infrastruktur dasar untuk rakyat. Dilansir Kabapedia.com dari laman resmi situs Kementerian PUPR, hingga 7 Juli 2025, progres fisik anggaran Kementerian PU telah mencapai 33,85 persen, sementara realisasi keuangan sebesar 29,21 persen dari total pagu efektif sebesar Rp73,76 triliun.

Baca juga:

Sebanyak 88 persen dari anggaran tersebut dialokasikan untuk belanja modal, menandakan fokus kuat pemerintah terhadap pembangunan fisik seperti jalan, irigasi, air bersih, dan fasilitas dasar lainnya. Dana terbesar diserap oleh Ditjen Bina Marga sebesar Rp28,77 triliun untuk membangun 78 km jalan baru dan memelihara 575 km jalan nasional. Sementara itu, Ditjen Sumber Daya Air mengelola Rp27,09 triliun untuk memperluas jaringan irigasi baru seluas 13.000 hektare dan merehabilitasi 203.000 hektare jaringan irigasi eksisting.

Ditjen Cipta Karya mendapat alokasi Rp11,18 triliun yang digunakan untuk membangun sistem penyediaan air minum (SPAM) dan sambungan rumah sanitasi. Adapun Ditjen Prasarana Strategis menangani pembangunan fasilitas sosial seperti Sekolah Rakyat, renovasi perguruan tinggi, dan revitalisasi pasar rakyat.

Menteri PUPR Dody Hanggara optimistis bahwa hingga akhir tahun nanti, realisasi keuangan akan mencapai 93 persen dan realisasi fisik melebihi 90 persen. Meski demikian, DPR RI menyoroti rendahnya serapan anggaran hingga pertengahan tahun dan meminta kementerian untuk mempercepat realisasi guna menjaga momentum pembangunan.

Baca juga:

Untuk menopang berbagai program strategis, Kementerian PUPR telah mengusulkan tambahan anggaran hingga Rp12,5 triliun. Jika disetujui, total pagu anggaran 2025 akan naik menjadi Rp86 triliun. Dana tambahan ini antara lain dialokasikan untuk program prioritas seperti pembangunan Sekolah Rakyat, revitalisasi pasar, serta penyelesaian proyek-proyek multiyears.

Dengan pembangunan infrastruktur dasar yang langsung dirasakan masyarakat, langkah ini sejalan dengan agenda nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan pemerataan pembangunan antarwilayah. [isr]

 

Ikuti Kabapedia Network di  Google News dan KabaPadang 

No More Posts Available.

No more pages to load.