Brasilia, Kabapedia.com — Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva sepakat memperkuat kerja sama strategis kedua negara, untuk menyerukan penyelesaian damai atas konflik global serta mendorong reformasi tata kelola dunia yang lebih inklusif. Kesepakatan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral di Istana Planalto, Brasilia, Rabu (9/7/2025) lalu, usai keduanya menghadiri KTT BRICS ke-17 di Rio de Janeiro.
Baca juga:
- Bagaimana Cara Keluar dari Perangkap Uang, Ini Tips dari Timothy Ronald
- Perang Dingin Teknologi Chip, Siapa Menang?
Kedua negara menyatakan dukungan terhadap solusi damai bagi konflik di Ukraina dan Gaza, serta menegaskan kembali pentingnya solusi dua negara dalam penyelesaian masalah Palestina–Israel. Indonesia mengapresiasi inisiatif Brasil yang mendorong pembentukan “kelompok sahabat” untuk menengahi konflik tersebut.
Selain isu perdamaian, Prabowo dan Lula juga sepakat mendorong reformasi lembaga-lembaga multilateral seperti PBB, IMF, dan WTO agar lebih mewakili kepentingan negara-negara berkembang. Brasil dan Indonesia menilai bahwa tatanan global saat ini belum sepenuhnya mencerminkan realitas geopolitik dan ekonomi dunia yang telah berubah.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat peran strategisnya di kawasan Global South, sekaligus membangun sinergi dengan Brasil sebagai sesama negara demokrasi besar dan anggota kunci dalam berbagai forum internasional seperti G20, BRICS, dan MIKTA.
Dalam pernyataannya, Presiden Lula menegaskan pentingnya dunia multipolar yang menjunjung keadilan, keberlanjutan, dan perdamaian. Sementara Presiden Prabowo menyebut komitmen Indonesia untuk tetap menjadi bagian aktif dalam mendorong solusi global berbasis dialog dan kerja sama.
Baca juga:
- Fakta Menarik Indonesia Airlines, Punya Ambisi Mendunia!!
- Auto Damai! 7 Destinasi Wisata Religi di Sumatra Barat
Pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama ekonomi, khususnya dalam bidang transisi energi dan ketahanan pangan. Kedua negara bersepakat memperkuat kerja sama Selatan–Selatan dalam menghadapi tantangan global, mulai dari perubahan iklim hingga krisis kemanusiaan.
Dengan latar belakang meningkatnya ketegangan global dan ketimpangan dalam tatanan internasional, Indonesia dan Brasil berupaya menunjukkan bahwa suara negara berkembang penting untuk masa depan dunia yang lebih seimbang dan damai. [isr]
Ikuti Kabapedia Network di Google News dan KabaPadang






