Padang, Kabapedia.com – Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy berharap kehadiran mahasiswa Universitas Ekasakti bisa berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasalnya, masih banyak potensi yang bisa digali untuk menambah kesejahteraan masyarakat.
Baca juga:
- Rekor! 1.079 Mahasiswa Unes Padang Ikuti Pembekalan KKN Sebelum Terjun ke 7 Kabupaten
- UNES-AAI Padang Wisuda 1.152 Sarjana, Lulusan Terbaik Raih IPK 3,99
“Seperti di daerah Pariaman ada potensi batok kelapa, bisa dijual 200 ribu ke Eropa. Selama ini di kampung banyak tempurung yang tidak terpakai, padahal batok kelapa menjadi suatu nilai fantastis. Kemudian di Pessel ada potensi masakan rendang lokal. Potensi ini yang digali secara maksimal untuk kemudian dibantu pemasarannya, hingga bisa ke mancanegara,” ujarnya saat melepas secara resmi keberangkatan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Ekasakti Padang, Senin (28/7/2025).
Vasko juga menyoroti potensi olahraga, bahasa, dan budaya seperti pencak silat dan randai yang belum tereksplorasi maksimal. “Padahal bisa dipamerkan di iven nasional. Hendaknya para mahasiswa yang melakukan KKN bisa mengejawantahkan apa yang didapat selama kuliah untuk menggali potensi ini,” tambahnya.
Ia pun meminta mahasiswa tidak menjadi beban tambahan untuk nagari. “Saat pertama kali ke Sumbar, ada 1.300 nagari. Kegiatannya berbeda-beda. Banyak potensi dan kekayaannya beranekaragam. Ilmu yang kalian dapat selama perkuliahan inilah, dikembangkan nantinya untuk bantu masyarakat,” tegas Vasko.
Sementara itu, Rektor Universitas Ekasakti, Prof. Sufyarma Marsyidin, menyatakan mahasiswa telah mendapat pembekalan selama dua hari dari narasumber kompeten. Mereka tersebar di tujuh kabupaten/kota (Kota Padang, Solok, Padang Pariaman, Tanah Datar, Agam, dan Pesisir Selatan), mencakup 12 kecamatan serta 39 nagari dan kelurahan.
“Mahasiswa diminta membangun sinergitas, kerja sama yang baik dengan unsur tokoh masyarakat dan perangkat nagari, serta membangun hubungan baik dengan ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan bundo kanduang,” tutur Sufyarma.
Ia menekankan pentingnya menjaga nama baik kampus dengan menunjukkan perilaku disiplin dan bertanggung jawab. “Harus beradaptasi dengan kebiasaan nagari, buat program kongkrit sesuai kebutuhan masyarakat dan potensi lokal. Namun, sesuaikan dengan ABS-SBK (*Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah*), syarak mangato adat mamakai,” pesannya.
Baca juga:
- Kampus Terbaik di Sumbar: Ini Daftar Lengkap Fakultas, Prodi dan Jurusan UNES Padang
- Ketua YPTP UNES Andi Syahrum Dampingi Mentan Kunker di Sumbar
“Kami tidak ingin ada laporan pergaulan bebas di lokasi nagari. Terapkan juga pengetahuan di Unes, bangun kerja sama yang baik,” pintanya menutup arahan. [isr]
Ikuti Kabapedia Network di Google News dan KabaPadang







