Padang, Kabapedia.com – Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) kembali menggelar kegiatan pengabdian masyarakat. Kali ini menyasar peternak di Kota Payakumbuh tepatnya di Usaha Ternak Kambing Toni Farm.
Kegiatan ini mengusung pendekatan deseminasi pengetahuan, demonstrasi teknologi, serta penyerahan mesin pencacah pupuk kompos yang dibutuhkan peternak dalam mendukung keberlanjutan usaha peternakan. Mesin tersebut diharapkan membantu peternak mengolah limbah ternak menjadi pupuk kompos yang lebih efektif sekaligus bernilai ekonomis.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Pengabdian Fakultas Peternakan Unand Dr. Ir. Roni Pazla, S.Pt., MP. IPM., kepada media di Padang, Jumat (19/9/2025).
“Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam mendukung masyarakat, khususnya peternak,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, jelas Roni, peternak tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari paparan materi tentang pengelolaan limbah hingga praktik langsung penggunaan mesin pencacah. Kehadiran mesin tersebut menjadi daya tarik utama karena selain mempercepat produksi pupuk, juga membuka peluang peningkatan pendapatan melalui penjualan produk pupuk ramah lingkungan.
“Kami ingin peternak di Sumatera Barat, khususnya di Payakumbuh, bisa mandiri dan berdaya saing. Oleh karena itu, selain memberikan teknologi, kami juga akan terus melakukan pendampingan agar mesin yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Roni.
Menurutnya, antusiasme peternak menjadi indikator bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sektor peternakan lokal.
“Kegiatan ini bukan yang pertama, dan tidak akan menjadi yang terakhir. Sebagai institusi pendidikan tinggi, Unand berkomitmen tidak hanya melahirkan lulusan berkualitas, tetapi juga memastikan ilmu yang dimiliki bermanfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Roni menambahkan bahwa kegiatan di Toni Farm juga menjadi contoh nyata potensi kolaborasi perguruan tinggi dengan peternak. Melalui pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, usaha peternakan kambing tidak hanya menghasilkan daging dan susu, tetapi juga menciptakan produk turunan ramah lingkungan dengan nilai jual tinggi.
Roni juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan pengabdian di Usaha Ternak Kambing Toni Farm, Kota Payakumbuh tersebut kepada Tim Pengabdian yang telah bekerja sama dengan penuh dedikasi.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Prof. Dr. Arief, MS, Ferawati, S.Pt., MP., Yolani Utami, S.Pt., M.Si., El Latifa Sri Suharto, S.Pt., M.Si., Tevina Edwin, S.Pt., MP., Dr. Reswati, S.Pt., MP., Sepri Reski, S.Pt., MPt., Zaitul Ikhlas, S.Pt., M.Pt., serta mahasiswa-mahasiswa yang ikut serta membantu hingga acara terlaksana dengan lancar dan sukses. Semoga kerja sama dan kontribusi ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan dunia peternakan,” terangnya. [R10]





