Aceh Tamiang, Kabapedia.com – Upaya penanganan dampak bencana banjir di Aceh Tamiang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninjau langsung lokasi terdampak dan mengunjungi Posko Kesehatan Pegadaian Peduli di Kuala Simpang, Jumat (12/12/2025). Posko tersebut menjadi salah satu titik pusat pelayanan kesehatan bagi warga penyintas banjir.
Baca juga:
- Pegadaian Salurkan Bantuan Rp680 Juta untuk Pemulihan Bencana Sumbar
- Pegadaian Pekanbaru Serahkan Emas 124 Gram untuk Pemenang Utama Badai Emas
Dalam kunjungan itu, Presiden Prabowo didampingi Gubernur Aceh, Menteri Pertahanan, Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Sekretaris Kabinet, serta Direktur Utama PT Pegadaian. Rombongan melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan bantuan kesehatan dan logistik tersalurkan dengan baik kepada warga terdampak.
Posko Kesehatan Pegadaian Peduli telah beroperasi sejak awal bencana terjadi. Posko ini memberikan layanan kesehatan dasar, pemeriksaan medis, penyediaan obat-obatan, serta dukungan kebutuhan darurat bagi masyarakat yang harus mengungsi akibat banjir.
Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan, yang menyambut langsung kehadiran Presiden di posko kesehatan tersebut menyampaikan bahwa pendirian posko merupakan wujud nyata komitmen Pegadaian dalam menjalankan peran sosial melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.
Pegadaian selalu peduli dan hadir untuk masyarakat, terutama saat terjadi bencana. Melalui Posko Pegadaian Peduli, Pegadaian berupaya memberikan bantuan kesehatan dan dukungan logistik yang dibutuhkan warga. Upaya ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir di Aceh Tamiang.
Damar juga menyampaikan harapannya agar proses pemulihan pascabencana di seluruh wilayah terdampak dapat berjalan cepat dan menyeluruh. Ia mendoakan seluruh masyarakat, nasabah, serta karyawan Pegadaian yang terdampak agar diberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan sehingga kondisi dapat segera pulih dan aktivitas kembali normal.
Pegadaian menegaskan komitmennya untuk terus memperluas bantuan melalui program TJSL berkelanjutan. Langkah ini dilakukan guna memastikan masyarakat terdampak dapat kembali bangkit setelah musibah, sejalan dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya tanpa kemiskinan, kota dan permukiman berkelanjutan, serta penanganan perubahan iklim.
Sebelumnya, Pegadaian juga telah bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan logistik disalurkan untuk meringankan beban ribuan penyintas di berbagai posko pengungsian, terutama di wilayah dengan akses logistik terbatas akibat kerusakan jalan dan terputusnya jalur distribusi.
Tentang Pegadaian
PT Pegadaian didirikan di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada 1 April 1901. Tidak hanya bergerak di industri gadai, Pegadaian kini bertransformasi menjadi lembaga keuangan inklusif yang menyediakan beragam produk dan layanan finansial. Sejak 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama BRI dan PNM untuk mendukung UMKM naik kelas.
Pegadaian juga mengukuhkan posisinya sebagai pelopor layanan Bank Emas di Indonesia setelah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan pada Desember 2024. Layanan tersebut mencakup deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, serta perdagangan emas.
Baca juga:
- Pegadaian Gencarkan Literasi Investasi Emas untuk Gen Z di Kampus Padang
- Satu Nagari Satu Bank Sampah, Pegadaian Ubah Sampah Jadi Tabungan Emas
Selain itu, Pegadaian menyediakan produk investasi emas yang mudah diakses masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas, serta berbagai produk pembiayaan lainnya. Seluruh layanan Pegadaian dapat diakses melalui outlet, agen Pegadaian, dan aplikasi Tring! by Pegadaian untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi. [isr]
