Melihat Spesifikasi Mentereng Dermaga BBM Tanjung Batu, Berbiaya Rp301 M

oleh -496 Dilihat
erminal Modern yang Tingkatkan Kapasitas Kilang RU-V Balikpapan dan Kurangi Ketergantungan Ship To Ship. [Foto: Dok. Hutama Karya]

Balikpapan, Kabapedia.com – PT Hutama Karya (Persero) berhasil merampungkan pembangunan Dermaga Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjung Batu milik PT Pertamina Patra Niaga di Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek senilai Rp301 miliar ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem distribusi Ship to Ship (STS) yang selama ini menyedot biaya besar.

Baca juga:

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menjelaskan penyelesaian konstruksi dermaga tersebut menandai capaian strategis untuk memperkuat pasokan dan distribusi BBM di wilayah Indonesia Tengah dan Timur. “TBBM Tanjung Batu merupakan bagian integral dari pengembangan kilang RU-V Pertamina Balikpapan yang bertujuan mengurangi aktivitas Ship To Ship. Fasilitas ini akan meningkatkan kehandalan pasokan sehingga memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Adjib, dilansir Kabapedia.com, Kamis (28/8/2025).

Dermaga ini dilengkapi empat jetty berkapasitas berbeda yang mampu melayani kapal berbobot 500 hingga 50.000 Dead Weight Ton (DWT) dengan daya angkut hingga sekitar 14 juta liter BBM. Luas area laut yang dimanfaatkan mencapai 9.000 meter persegi.

Hutama Karya turut menghadirkan teknologi konstruksi digital canggih, Building Information Modelling (BIM), yang memastikan setiap bagian dermaga terpasang presisi. Teknologi ini membantu mencegah kesalahan, menghemat material, dan mempercepat pengerjaan. “Dengan BIM, kami bisa memastikan konstruksi tepat tanpa pembongkaran ulang. Semua proses juga diawasi ketat agar ramah lingkungan,” jelas Adjib.

Tantangan terbesar proyek adalah akses lokasi yang hanya dapat dijangkau lewat jalur laut. Untuk mengatasinya, Hutama Karya menggunakan kapal tongkang besar dengan alat berat khusus, memanfaatkan material baja sisa sebagai struktur tambahan, dan mengaplikasikan sistem precast untuk efisiensi material.

Selain memperkuat distribusi energi, proyek TBBM Tanjung Batu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Selama konstruksi, proyek ini menyerap ratusan pekerja dengan 30% di antaranya berasal dari Kalimantan Timur. Total man-hour proyek mencapai 2 juta jam kerja tanpa fatalitas. Kehadiran proyek juga meningkatkan pendapatan warga, terutama di sektor transportasi laut melalui peningkatan permintaan jasa speed boat. Program tanggung jawab sosial turut dilakukan, seperti perbaikan jalan kampung serta pemanfaatan fasilitas lokal untuk tempat tinggal dan katering.

Ke depan, dermaga ini akan mendukung peningkatan kapasitas produksi kilang RU-V Balikpapan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. “Proyek ini menjadi tulang punggung distribusi BBM di Kalimantan Timur, meningkatkan kecepatan serta kapasitas distribusi yang selaras dengan kapasitas produksi kilang. Kontribusi ini langsung mendukung ketahanan energi nasional,” tegas Adjib.

Baca juga:

Sebagai catatan prestasi, proyek ini meraih nilai Final Evaluation (FE) di atas 90% dalam penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), membuktikan komitmen tinggi terhadap keselamatan kerja dan lingkungan. [isr]

 

Ikuti Kabapedia Network di  Google News dan KabaPadang 

No More Posts Available.

No more pages to load.