Kata Menteri PU Soal Pidato Ketahanan Pangan Prabowo di PBB

oleh -548 Dilihat
Presiden RI Prabowo Subianto saat berpidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (KTT PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025). [Foto: Dok. Setkab RI]

“Bendungan, irigasi, sistem penyediaan air minum, pengendalian banjir, hingga energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga air dan solar terapung adalah bukti nyata. Infrastruktur bukan hanya fisik, tetapi perisai (benteng) ketahanan bangsa dalam menghadapi tantangan global,”ujar Menteri Dody.

Tantangan global seperti perubahan iklim dan ketegangan antar negara-negara di Timur Tengah juga memberikan dampak nyata pada stabilitas pangan, energi, dan udara, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, kemandirian pada tiga sektor strategi tersebut harus menjadi prioritas dalam pembangunan nasional.

“Sekali lagi, infrastruktur adalah perisai bangsa. Bendungan dan irigasi mendukung ketahanan pangan. SPAM dan sistem pengendalian banjir memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Jalan dan jembatan menopang konektivitas dan distribusi logistik. Semua itu menjadi bagian dari ketahanan nasional di tengah dinamika global,” tegas Menteri Dody.

Menteri Dody menggambarkan resiliensi sebagai seni bertahan sekaligus tumbuh. “Ketahanan itu bisa kita lihat ketika sawah tetap hijau di musim kemarau karena bendungan hadir di belakangnya, ketika masyarakat yang dilanda banjir tetap bisa tersenyum karena tanggul baru melindungi rumah mereka. Atau ketika petani tetap bisa panen karena jaringan meneteskan air dari bendungan,” tutur Menteri Dody.

Pada TA 2025, Kementerian PU menargetkan pembangunan 16 bendungan baru, 20,52 kilometer jalan tol, 45.000 hektare jaringan irigasi, serta rehabilitasi 10.000 hektare jaringan irigasi guna memperkuat rantai pasok pangan, mendukung swasembada pangan, sekaligus memastikan para petani mendapat pasokan udara yang berkelanjutan.

Baca juga:

Melalui program strategi PU608, Kementerian PU juga terus mendorong efisiensi investasi, pengentasan kemiskinan, dan target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029. Program ini sekaligus memperkuat ketahanan Indonesia menghadapi perubahan iklim, ancaman ekonomi global, dan krisis geopolitik.

“Kementerian PU siap mendukung penuh Arahan Presiden Prabowo. Perdamaian yang beliau gaungkan di forum internasional menjadi semangat bagi kami untuk membangun ketahanan nasional melalui infrastruktur sumber daya udara, pangan, energi, dan konektivitas,” tutupnya. [isr]

 

Ikuti Kabapedia Network di  Google News dan KabaPadang 

No More Posts Available.

No more pages to load.