Padang, Kabapedia.com – Banjir Bandang akibat luapan hulu Sungai Batang Kuranji di Kawasan Batusuk Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mulai meluap ke anak sungai. Kondisi ini mengakibatkan terputusnya akses jalan utama di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Pauh.
Baca juga:
- Pasca Banjir, Bantuan Pertanian Rp33,34 Miliar dari Mentan untuk Sumatra Barat
- Update Jumlah Korban Akibat Banjir Bandang Marapi: 34 Meninggal Dunia, 5 Hilang
Salah satunya memutus akses jalan Dokter Muhammad Hatta di kawasan Simpang Tiga Pasar Baru Unand, Kecamatan Pauh pada Jumat (28/11/2025) dini hari.
Pantauan reporter Kabapedia di lokasi, kondisi ini terjadi sejak pukul 04.00 WIB dini hari hingga berita ini diturunkan (06.30 WIB). Pertigaan yang menjadi akses jalan utama dari Pauh menuju Kecamatan Lubuk Kilangan tersebut dialiri air yang cukup deras setinggi betis orang dewasa. Kondisi ini membuat ratusan kendaraan, baik roda dua dan roda empat tak dapat melintas hingga harus memutar mencari jalan alternatif.
Diketahui, kawasan Simpang Tiga Pasar baru selama ini cukup aman dari luapan Sungai Batang Kuranji. Namun kondisi tersebut berubah akibat jebolnya pintu air di kawasan Gunuang Nago. Kondisi ini mengakibatkan luapan air banjir bandang ikut mengalir ke sejumlah anak sungai di kawasan Pasar Baru.
Bahkan luapan air bercampur sedimen lumpur, lebih tinggi dari mata kaki, ikut mengalir ke jalur dua Jalan Dokter Muhammad Hatta, mulai dari Jembatan Rezki (Kapalo Koto) hingga ke kawasan SMP 10 Padang.
Baca juga:
- Gubernur Sumbar Resmikan Jembatan RS UNAND dan Lima Infrastruktur Strategis Senilai Rp30,7 Miliar
- Aspirasi Berbuah Manis, Verry Mulyadi dampingi Andre Rosiade Antarkan Bantuan Ambulance untuk Masjid di Limau Manis
Sebelumnya, pada Kamis (27/11/2025) banjir bandang di kecamatan Pauh telah mengakibatkan dua jembatan terputus, yakni Jembatan Gunung Nago dan Jembatan Koto Panjang yang menjadi akses ke kawasan Limau Manis. [isr]
Ikuti Kabapedia Network di Google News dan KabaPadang
