Dari Tuapejat, Pegadaian Buka Akses Investasi Emas di Wilayah 3T

oleh -17 Dilihat
Salah satu pulau indah di Kabupaten Kepulauan Mentawai. [Foto: Dok. Kemenko PMK]

Padang, Kabapedia.com — PT Pegadaian memperluas program pengembangan investasi emas di daerah kategori tertinggal, terdepan dan terluar (3T). Salah satunya yang dilakukan oleh Pegadaian Area Padang dengan membuka outlet di daerah Tuapejat, Kabupaten Mentawai, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Baca juga:

“Meski baru beroperasi sekitar dua bulan, aktivitas transaksi di outlet sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Setidaknya dalam sehari ada tiga nasabah yang melakukan transaksi pembelian emas digital,” kata Pemimpin Cabang PT Pegadaian Kantor Cabang Terandam Padang, Fuad Prima Putra, di Padang, Rabu.

Dia mengatakan, nasabah yang berinvestasi emas melalui cicilan tabungan emas digital di Mentawai didominasi pedagang. Sementara itu, layanan gadai emas lebih banyak dimanfaatkan aparatur sipil negara (ASN).

“Layanan emas Pegadaian di Tuapejat melekat dengan outlet Bank Rakyat Indonesia dan merupakan proyek percontohan,” sebutnya.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat kepulauan terhadap produk pembiayaan, investasi, dan gadai emas tanpa harus bergantung pada layanan yang tersedia di wilayah daratan.

Kepala Departemen Produk Gadai Pegadaian Area Padang, Busra Adianto, mengatakan Pegadaian Area Padang kini menjangkau 72 titik layanan di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Perluasan jaringan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat, termasuk untuk kebutuhan gadai dan investasi emas.

“Nasabah Pegadaian di Area Padang, Provinsi Sumatera Barat yang menggunakan aplikasi Tring mencapai 123 ribu dan didominasi kaum perempuan,” katanya.

Selain memperluas akses layanan, Pegadaian juga menawarkan program Gebyar Emas dengan total hadiah 1,8 kilogram emas. Program tersebut memberikan kesempatan kepada nasabah untuk memperoleh hadiah melalui transaksi menggunakan aplikasi Tring.

“Jadi setiap transaksi melalui aplikasi Tring akan berkesempatan menang Gebyar Emas Pegadaian dan diundi pada 2027 mendatang,” lanjutnya.

Transaksi Emas Digital Dijamin Ketersediaan Emas Fisik

Sementara itu Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Padang, Heru Susanto, menegaskan setiap transaksi pembelian emas digital melalui aplikasi Tring harus didukung ketersediaan emas fisik. Ketentuan tersebut memastikan saldo emas nasabah memiliki dukungan emas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Beli emas digital itu satu banding satu, sesuai dengan ketetapan dari Otoritas Jasa Keuangan. Selain itu, jika kami tidak menyediakan emasnya, jika harga emas naik, siapa yang akan menanggungnya,” jelasnya.

Heru juga menjelaskan, nasabah yang ingin mencetak saldo emas digital menjadi emas fisik perlu menunggu proses pencetakan. Emas milik nasabah terlebih dahulu disimpan di bank emas, kemudian dicetak melalui perusahaan emas yang dipilih nasabah.

“Proses emas cetak butuh waktu, karena permintaan nasabah cetak emas juga banyak dan harus antre,” jelasnya.

Perluasan layanan hingga Mentawai menjadi salah satu langkah Pegadaian Area Padang untuk mendekatkan investasi emas kepada masyarakat kepulauan. Dengan dukungan layanan digital dan outlet fisik, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mulai berinvestasi maupun memenuhi kebutuhan pembiayaan.

Baca juga:

Pegadaian Area Padang juga mendorong pemanfaatan aplikasi Tring sebagai sarana transaksi emas digital yang praktis, sekaligus memperluas jangkauan layanan keuangan hingga wilayah 3T. [isr]

No More Posts Available.

No more pages to load.