Padang, Kabapedia.com – Minat masyarakat Sumatera Barat terhadap investasi emas terus meningkat. PT Pegadaian Area Padang mencatat sebanyak 123.600 nasabah telah menggunakan aplikasi Tring!, dengan mayoritas pengguna berasal dari kalangan ibu-ibu.
Baca juga:
- Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang dan Galodo di Sumbar
- Pegadaian dan Kadin Dorong Emas Jadi Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia
Kepala Departemen Produk Gadai Pegadaian Area Padang, Busra Adiant, mengatakan tingginya minat tersebut tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat Sumatera Barat yang menjadikan emas sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai kekayaan.
“Tingginya minat masyarakat terhadap emas tidak terlepas dari kebiasaan masyarakat Sumatera Barat yang menjadikan emas sebagai salah satu pilihan untuk menyimpan nilai kekayaan,” kata Busra di Padang, Rabu (28/10/2026).
Menurut Busra, masyarakat Padang memiliki kecenderungan membeli emas, serupa dengan perilaku konsumen di Makassar dan Madura.
Pegadaian juga terus memperluas jangkauan layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Meski baru beroperasi sekitar dua bulan, aktivitas transaksi di outlet Pegadaian di wilayah tersebut menunjukkan perkembangan yang dinilai signifikan.
Busra menambahkan, layanan Pegadaian kini telah menjangkau 72 titik di tingkat kota dan kabupaten. Perluasan jaringan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat, baik untuk kebutuhan gadai maupun investasi emas.
Sementara itu, Pemimpin Cabang PT Pegadaian Kantor Cabang Terandam Padang, Fuad Prima Putra, mengatakan masyarakat Tuapejat, Kepulauan Mentawai, mulai memanfaatkan layanan transaksi emas dan gadai.
Menurut Fuad, nasabah gadai di wilayah tersebut antara lain berasal dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan pedagang. Sementara itu, transaksi pembelian emas berlangsung setiap hari.
“Setiap hari ada yang membeli emas. Sehari minimal ada tiga orang yang melakukan transaksi,” ujarnya.
Fuad menyebutkan, pedagang menjadi salah satu kelompok masyarakat yang cukup banyak memanfaatkan layanan Tabungan Emas.
Baca juga:
- Pegadaian Edukasi Ribuan Warga Natuna, Gencarkan Dorong Masyarakat Makin Cerdas Kelola Keuangan
- Pegadaian Cetak Laba Rp4,38 Triliun, Kinerja Moncer Berkat Ekspansi Bank Emas
Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai instrumen untuk menyimpan nilai kekayaan secara bertahap. Kehadiran layanan Pegadaian di wilayah kepulauan diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap produk pembiayaan dan investasi emas. [isr]





