50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Peru, Bluberi dan Delima Peru Masuk Pasar Indonesia

oleh -568 Dilihat
Presiden Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Peru, Dina Boluarte dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8/2025). Lawatan kali ini menjadi momen bersejarah, menandai 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. [Foto: Dok. Sumber: Setpres BPMI] 

Jakarta, Kabapedia.com – Kunjungan Presiden Peru, Dina Boluarte, ke Indonesia menjadi momen bersejarah, menandai 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8/2025), Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama strategis, termasuk perdagangan dan kesejahteraan rakyat.

Baca juga: 

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, menggelar pertemuan bilateral dengan format makan siang bersama delegasi masing-masing negara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (11/8/2025).

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Dina Boluarte: “Yang Mulia Presiden Dina Boluarte, Presiden Republik Peru, beserta rombongan. Sekali lagi, terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada kami dapat menerima Yang Mulia dalam kunjungan kenegaraan ini.”

Pertemuan ini merupakan kali kedua dalam setahun terakhir, setelah sebelumnya bertemu di Lima, Peru (November 2024) dan di sela-sela KTT APEC. Presiden Prabowo menyebut momen ini sebagai landasan kuat untuk mempererat persahabatan dan membuka peluang kerja sama lebih luas.

“Kunjungan ini punya arti khusus karena besok adalah 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Peru. Saya yakin kerja sama kita bisa ditingkatkan karena kita punya kepentingan yang sama: membangun kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Presiden Dina Boluarte juga mengucapkan terima kasih atas undangan tersebut. Ia menyatakan kunjungan ini telah direncanakan sejak pertemuan di KTT APEC 2024. “Kami ingin bertepatan dengan kunjungan ini merayakan 50 tahun persahabatan dua negara bersaudara, Indonesia dan Peru,” ujarnya.

Presiden Boluarte mengungkapkan sejumlah langkah nyata, termasuk: Penandatanganan CEPA Indonesia-Peru, memungkinkan produk bluberi Peru masuk pasar Indonesia. Lalu proses pembukaan akses pasar untuk buah delima.

“Terima kasih, Bapak Presiden, atas komitmen yang mempersingkat prosedur sehingga ini terwujud,” ucapnya.

Baca juga:

Pertemuan ini menjadi momen strategis untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang, dengan komitmen kedua negara sebagai mitra di kawasan Pasifik. [isr]

 

Ikuti Kabapedia Network di  Google News dan KabaPadang