Padang, Kabapedia.com – Universitas Negeri Padang (UNP) kembali mencetak sejarah dengan menyelenggarakan Wisuda ke-139 pada periode Juni 2025. Momen ini bukan sekadar seremoni akademik, namun juga penegasan posisi UNP sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesia dan Asia dalam bidang pendidikan.
Baca juga:
- UNP Luncurkan Migran Centre Pertama di Luar Jawa, Siapkan SDM Sumbar Hadapi Pasar Kerja Global
- UTBK-SNBT 2025 UNP Resmi Dimulai, Diikuti 23.378 Peserta
Dalam sambutannya, Rektor UNP Dr. Ir. Krismadinata, S.T, M.T. menyampaikan kebanggaan atas pencapaian kampus dalam pemeringkatan internasional. UNP masuk dalam jajaran kampus terbaik versi QS World University Rankings (WUR) 2026 dan The Impact Ranking 2025. Peringkat UNP dalam Sustainable Development Goals (SDG) pun mengesankan, antara lain SDG #4 (pendidikan berkualitas) di peringkat 96 dunia.
Tak hanya itu, UNP juga tercatat sebagai salah satu dari 15 universitas terbaik di Asia dalam bidang pendidikan, bersanding dengan kampus bergengsi seperti Education University of Hong Kong, Nanyang Technological University, hingga University of Tokyo.
UNP juga memperkuat jaringan internasional melalui berbagai kerja sama, termasuk program double degree dengan LIPIA Arab Saudi dan Confucius Institute Tiongkok, serta mendirikan Korea UNP Certification Center yang telah mendapatkan sertifikat registrasi resmi dari pemerintah Korea Selatan.
Dalam wisuda ini, UNP juga memperkenalkan Migrant Center, pusat informasi terpadu untuk lulusan dan masyarakat yang berminat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Migrant Center hadir sebagai layanan aman, legal, dan berbasis regulasi untuk memfasilitasi kerja di luar negeri.
Dengan semangat mengusung “10 Karakter Lulusan Berdampak” seperti integritas, empati, inovasi, dan orientasi solusi, UNP berharap para wisudawan dapat menjadi agen perubahan di masyarakat.
Baca juga;
- Wisuda ke-138, Rektor: Keterampilan Sosial, Kunci Keberhasilan Lulusan UNP
- Tabligh Akbar Ustadz Adi Hidayat di UNP Dibanjiri 4 Ribu Massa, Begini Pesannya
Mengutip Benazir Bhutto, Rektor berpesan, “Jangan lupa, kapal tidak dibuat untuk berdiam di dermaga, tetapi untuk membelah gelombang di lautan.” Ia pun menutup dengan kalimat inspiratif, “Jadilah cahaya yang tak hanya menerangi diri sendiri, tetapi juga orang lain.” [isr]
Ikuti Kabapedia Network di Google News dan KabaPadang
