Pemeliharaan Tol Trans Sumatra Rampung Sebelum Arus Mudik Lebaran

oleh -307 Dilihat
Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka). [Foto: Dok. Bpjt]

Sumatra, Kabapedia.com – Menjelang arus Mudik Lebaran 2024, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) memastikan sejumlah pemeliharaan pada Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) bakal rampung sebelum arus mudik Lebaran 1445 H/2024.

Kesiapan dalam menyambut dan melayani pemudik di jalan tol yang dikelola Hutama Karya, dilakukan khususnya Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka), dan Tol Pekanbaru – Dumai (Permai) dengan melakukan pemeliharaan rutin di sejumlah titik.

Baca juga:

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa pemeliharaan ini terus dikebut agar segera selesai tepat waktu sebelum dimulainya momen Mudik Lebaran.

“Metode yang digunakan adalah metode beton rigid di Tol Terpeka dengan progress pengerjaan mencapai 52% dan target rampung akhir maret ini, sedangkan di Tol Permai sendiri berbagai pemeliharaan major telah tuntas lebih awal dengan progress 100%,” tutur Tjahjo dilansir Kabapedia.com, Selasa (19/3/2024).

Lebih lanjut, Tjahjo juga menjelaskan bahwa pemilihan metode pemeliharaan dengan beton rigid ataupun dengan flexible pavement disesuaikan terhadap perkerasan existing dari jalan tol, sehingga pengguna jalan tol dapat merasakan kualitas jalan tol yang semakin nyaman.

“Kami pastikan perjalanan pemudik aman dan nyaman saat melintasi JTTS dengan seluruh pemeliharaan yang telah dilakukan oleh HK Group, sehingga akan menghadirkan pengalaman mudik yang berkesan,” terang Tjahjo.

Sementara itu dalam pengerjaan pemeliharaan pada kedua jalan tol tersebut, PT Hakaaston (HKA) selaku Jasa Layanan Operasi (JLO) menggunakan sebanyak 7.900 ton material beton aspal atau hotmix dengan kualitas terbaik dimana pengerjaan ini diawali dengan rekonstruksi dan rekondisi jalan tol yang dilakukan sejak awal bulan Januari 2024 dengan seluruh pekerjaan menciptakan kondisi zero pothole atau tanpa lubang.

“Sebelum dipilih material dan metode pemeliharaan-nya, kami melakukan penilaian kondisi perkerasan jalan dan identifikasi jenis kerusakan yang terjadi terlebih dahulu dengan menggunakan metode Surface Distress Index yaitu metode perkerasan berdasarkan skala

kinerja jalan yang diperoleh dari hasil pengamatan secara visual terhadap kondisi jalan yang berada di lapangan sehingga dapat lebih terukur sesuai dengan standar yang berlaku,” tambahnya.

Sebagai informasi, titik lokasi pemeliharaan di Tol Terpeka terdapat pada KM 147 – KM 190 sehingga selama masa pemeliharaan, Hutama Karya menghimbau pengguna jalan tol untuk dapat memperhatikan rambu-rambu yang telah dipasang sejak 1 kilometer sebelum titik lokasi pemeliharaan dan berhati-hati saat melintas.

“Hutama Karya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama masa pemeliharaan jalan tol tersebut dan agar pengguna jalan berhati-hati serta selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Baca juga:

Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berkendara sesuai dengan tata tertib dan ketentuan yang berlaku di jalan tol. Berkendara dengan kecepatan minimum 60 km/jam dan maksimum 80 km/jam, dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.

Pengguna jalan diminta untuk segera beristirahat di tempat istirahat terdekat apabila merasa mengantuk, dan apabila terdapat keluhan atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol, agar segera melapor ke Call Centre masing-masing ruas tol. [isr]

 

Ikuti Kabapedia.com di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.