Pegadaian Edukasi Ribuan Warga Natuna, Gencarkan Dorong Masyarakat Makin Cerdas Kelola Keuangan

oleh -27 Dilihat
Ribuan masyarakat Kabupaten Natuna memadati Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Minggu (6/9/2026), dalam kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang dirangkaikan dengan senam sehat bersama. [Foto; Dok. Pegadaian]

Natuna, Kabapedia.com — Ribuan masyarakat Kabupaten Natuna memadati Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Minggu (6/9/2026), dalam kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) yang dirangkaikan dengan senam sehat bersama. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Pegadaian (Persero) ini menjadi momentum untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Natuna.

A

ABaca juga:

Mengangkat tema “Membangun Masyarakat Natuna yang Sehat, Cerdas Mengelola Keuangan, dan Semakin Inklusif dalam Mengakses Layanan Keuangan”, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, Ketua DPRD Natuna Rusdi, Sekretaris Daerah Natuna Boy Wijanarko, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Natuna.

Head Area PT Pegadaian (Persero) Kepulauan Riau, Aris Suroso, mengatakan bahwa kegiatan Gencarkan merupakan bagian dari komitmen Pegadaian untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan secara bijak, aman, dan sesuai kebutuhan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan dan kebugaran, tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengelola keuangan secara sehat. Berapa pun pendapatan yang dimiliki, apabila dikelola dengan baik dan bijak, dapat menjadi langkah awal untuk membangun kondisi finansial yang lebih kuat,” ujar Aris.

Aris juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Natuna, OJK, serta seluruh pihak yang telah mendukung dan berkolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pegadaian Area Batam yang membawahi wilayah kerja Natuna dan Kepulauan Anambas saat ini memiliki basis nasabah sekitar 23 ribu orang. Hal tersebut menunjukkan adanya kebutuhan dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pegadaian sebagai salah satu alternatif solusi keuangan.

Dalam kegiatan tersebut, Pegadaian juga memperkenalkan Tabungan Emas yang dapat diakses secara digital melalui aplikasi Pegadaian, Tring! by Pegadaian. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas dengan cara yang mudah dan terjangkau, sekaligus menjadikan emas sebagai salah satu instrumen untuk membantu merencanakan keuangan.

“Kami ingin masyarakat semakin mengenal berbagai layanan Pegadaian yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, termasuk Tabungan Emas. Dengan dukungan layanan digital, masyarakat dapat mengakses layanan Pegadaian dengan lebih mudah sehingga pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara lebih praktis dan terencana,” tambah Aris.

Sementara itu, perwakilan OJK Provinsi Kepulauan Riau, Roy Aditia Perangin Angin, menyampaikan bahwa kesehatan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup kesehatan finansial.

Menurut Roy, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), indeks inklusi keuangan masyarakat dewasa di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 98,43 persen. Sementara itu, indeks literasi keuangan Kepri tercatat sebesar 78,29 persen, lebih tinggi dibandingkan indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen.

Tingginya indeks inklusi keuangan menunjukkan semakin banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan. Namun demikian, kondisi tersebut perlu diiringi dengan peningkatan pemahaman masyarakat agar setiap produk dan layanan keuangan digunakan secara tepat.

“Masyarakat yang cerdas secara finansial bukan hanya mampu menggunakan produk keuangan, tetapi juga mampu memilih produk sesuai kebutuhan, memahami manfaat dan risikonya, serta mengetahui hak dan kewajibannya sehingga dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak,” jelas Roy.

Pegadaian akan terus memperkuat kolaborasi dengan OJK, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Melalui edukasi yang berkelanjutan serta penyediaan produk dan layanan yang mudah diakses, Pegadaian berkomitmen untuk hadir sebagai solusi keuangan masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang semakin cerdas, inklusif, dan sejahtera.

Tentang Pegadaian

PT Pegadaian didirikan di Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada 1 April 1901. Tak hanya bergerak di industri gadai, Pegadaian juga memiliki ragam produk dan layanan seperti investasi berbasis emas yang dapat dimiliki oleh masyarakat dengan cara yang mudah, di antaranya Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas.

Sementara untuk produk pembiayaan, Pegadaian menyediakan produk pembiayaan Haji dan Umrah, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan hingga KUR Syariah. Tergabung dalam Holding Ultra Mikro pada 2021, Pegadaian bersama BRI dan PNM berkomitmen dalam mendukung UMKM untuk naik kelas.

Pegadaian juga merupakan lembaga pembiayaan sosial yang berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui layanan keuangan inklusif. Dengan berbagai inovasi layanan dan program sosial, Pegadaian terus berupaya menciptakan dampak positif bagi komunitas dan masyarakat secara luas.

Pada Desember 2024, Pegadaian resmi menjadi pelopor usaha Bulion dengan mengantongi izin yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui surat Persetujuan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion PT Pegadaian. Melalui surat tersebut, Pegadaian dapat melakukan kegiatan usaha Bulion yang meliputi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi maupun Perdagangan Emas.

Produk dan layanan Pegadaian dapat diakses baik secara konvensional maupun digital melalui aplikasi Pegadaian Digital yang dapat diunduh melalui App Store maupun Play Store.

Tentang Pegadaian Kantor Wilayah

PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru meliputi wilayah di Provinsi Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Riau. Wilayah ini mencakup ratusan outlet Pegadaian, termasuk kantor cabang, unit pelayanan, dan agen aktif.

Baca juga:

PT Pegadaian Kantor Wilayah II Pekanbaru tidak hanya melayani produk gadai dan pembiayaan, tetapi juga terus mengembangkan investasi emas, pembiayaan syariah, perluasan layanan melalui agen, serta program sosial yang berdampak langsung pada masyarakat. [isr]

No More Posts Available.

No more pages to load.