Meski demikian, regenerasi petani menjadi tantangan nyata. Usia petani rata-rata semakin menua, sementara anak muda banyak yang enggan masuk ke dunia pertanian. Padahal, dengan sentuhan teknologi dan digitalisasi, sektor ini justru menjanjikan masa depan cerah bagi generasi muda Sumatera Barat.
Peran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan strategi membangun citra positif petani sekaligus membuka jalan bagi generasi muda agar melihat pertanian sebagai masa depan yang bergengsi:
- Kampanye Publik Citra Petani melalui media massa dan digital, menampilkan kisah sukses petani milenial sebagai role model.
- Edukasi dan Bimbingan Teknis: pelatihan digital farming, smart agriculture, dan pemasaran online bagi anak muda.
- Penguatan Ekonomi dan Kelembagaan Petani: koperasi modern, kemitraan dengan dunia usaha, serta akses pembiayaan yang ramah generasi muda. Kehadiran Koperasi Merah Putih menjadi instrumen penting untuk melawan jeratan tengkulak dan memperkuat kemandirian petani.
- Program Inovasi dan Digitalisasi Pertanian: pengembangan startup agritech, riset teknologi, dan platform e-commerce untuk produk pertanian Sumbar.
- Agrowisata dan Branding Daerah: menjadikan pertanian terintegrasi dengan pariwisata dan ekonomi kreatif.
- Program Khusus Generasi Muda: Petani Milenial Sumbar dan penghargaan Sumbar Agricultural Award untuk menarik minat generasi baru.
- Integrasi dengan Program Nasional: optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis sebagai pasar tetap bagi produk pertanian lokal dan Koperasi Merah Putih sebagai penyedia permodalan bagi petani agar terhindar dari jeratan tengkulak.
Kombinasi program ini akan memperkuat ekosistem pertanian Sumatera Barat. Dengan adanya pasar yang jelas, permodalan yang kuat, serta inovasi teknologi, profesi petani akan semakin menjanjikan. Anak muda tidak lagi melihat pertanian sebagai masa depan suram, tetapi sebagai profesi modern, bergengsi, dan penuh peluang.
Menuju Generasi Emas Sumatera Barat
Membangun citra positif petani bukan sekadar soal citra, melainkan investasi strategis untuk masa depan. Jika generasi muda Sumatera Barat berani memilih jalan menjadi petani modern, kita bukan hanya mengurangi pengangguran, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, mencegah penyimpangan sosial, dan menjaga kedaulatan ekonomi daerah.
Baca juga:
- Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat dan Anak Dewasa dalam Merawat Lansia di Era Industri 4.0
- Tarif, Tirani, dan Gaza yang Dibungkam: Ketika Ekonomi Menjadi Senjata, dan Kemanusiaan Jadi Korban
Bayangkan, di tahun 2045 ketika Indonesia merayakan satu abad kemerdekaan, anak-anak muda Sumatera Barat berdiri sebagai garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Dari ladang dan sawah Minangkabau, lahirlah generasi emas yang tidak hanya menjaga perut bangsa, tetapi juga mengibarkan nama daerahnya sebagai pelopor pertanian modern di Indonesia.
Kini saatnya kita mengubah stigma: petani bukan pekerjaan rendahan, melainkan profesi mulia, modern, dan strategis. Karena dari tangan-tangan petani, lahir kehidupan. Dari kerja keras mereka, lahir harapan. Dan dari generasi muda yang berani bertani, lahirlah Generasi Emas Sumatera Barat. [***]
Tentang Penulis: (Mahyeldi Ansharullah, S.P., MiM Gubernur Sumatera Barat dua periode sejak 2021 dan Wali Kota Padang dua periode hasil pemilihan umum 2013 dan 2018)
Ikuti Kabapedia Network di Google News dan KabaPadang





