BKKBN Sumbar Antarkan Bantuan Sembako untuk Korban Galodo Malalak

oleh -260 Dilihat
Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/ BKKBN Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Dra. Mardalena Wati Yulia, M.Si distribusikan bantuan sembako kepada masyarakat korban longsor dan banjir di Kecamatan Malakak, Kabupaten Agam, Minggu (7/12/2024). [Foto: Dok. Kabapedia]

Malalak, Kabapedia.com – Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemndukbangga)/BKKBN, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Dra.Mardalena Wati Yulia, M.Si distribusikan bantuan sembako kepada masyarakat korban longsor dan banjir di Kecamatan Malakak, Kabupaten Agam, Minggu (7/12/2024).

Baca juga:

Bantuan berupa beras, rendang, mie instan hingga pakaian baru tersebut diserahkan langsung kepada Camat Malalak Ulya Satar di Kantor Camat setempat, yang berlokasi di Nagari Malalak Timur.

Pada kesempatan tersebut Mardalena ikut melihat daerah terdampak galodo dan menyampaikan langsung ucapan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak musibah banjir dan longsor di Kecamatan Malalak. Dia berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit memberikan kelegaan di saat-saat sulit yang mereka rasakan.

“Kemarin kita juga sudah menyerahkan bantuan di Padang Pariaman dan Kota Padang. Selain bantuan berupa makanan dan pakaian, petugas PLKB dan Forum Genre di lapangan juga dikerahkan untuk memberikan healing edukasi trauma kepada anak-anak pasca bencana,” jelasnya.

Bantuan tersebut dihimpun dari BKKBN se-Indonesia dan juga para petugas di lapangan. Mardalena menekankan, selain bantuan makanan dan healing traumatik, BKKBN juga mengoptimalkan pelayanan KB di daerah terdampak bencana.

“Kita juga menjamin ketersediaan alat kontrasepsi di daerah terdampak ini,’ tutupnya.

Sebelumnya, Banjir bandang atau galodo ini dipicu oleh meluapnya debit Batang Aia (Sungai) Lurah, yang menghanyutkan rumah warga di sepanjang bantaran sungai pada Rabu (26/11/2025) sore.

Baca juga:

Galodo menghantam permukiman di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Rabu sekitar pukul 16.30 WIB. Tercatat sebanyak 13 korban meninggal dunia dan puluhan luka-luka, selain itu puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal akibat rumahnya diterjang galodo. [isr]