Unes Padang Perluas Kolaborasi, Siapkan Doktor Ilmu Hukum dan Pendidikan Advokat

oleh -6 Dilihat
Penguatan kerja sama akademik bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (Peradi Profesional) dilakukan saat prosesi wisuda Unes Padang. [Foto: Dok. Kabapedia]

Padang, Kabapedia.com – Universitas Ekasakti (Unes) Padang bersama Akademi Akuntansi Indonesia (AAI) mewisuda 1.287 lulusan dari 21 program studi yang tersebar di tujuh fakultas, Sabtu (31/10/2026). Momentum ini sekaligus ditandai dengan penguatan kerja sama akademik bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (Peradi Profesional).

Baca juga:

Kerja sama dengan Unhas diarahkan pada pengembangan pendidikan pascasarjana, termasuk rencana pembukaan Program Doktor (S3) Ilmu Hukum dan Magister Kenotariatan. Kolaborasi tersebut juga mencakup bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, kerja sama dengan Peradi Profesional difokuskan pada peningkatan kompetensi lulusan hukum melalui pendidikan dan pengembangan profesi advokat.

Wisuda ke-61 Unes dan ke-70 AAI berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan tersebut dihadiri civitas akademika Unes, perwakilan Unhas, serta jajaran Peradi Profesional.

Rektor Unes, Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd., mengatakan wisuda kali ini mengusung tema “Lulusan yang Cerdas, Berkarakter, dan Berdampak”. Tema tersebut mengacu pada konsep Multiple Intelligences atau kecerdasan majemuk.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Mereka juga harus memiliki karakter kuat dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unhas, Prof. Dr. H. Hamzah Halim, menjelaskan kerja sama kedua perguruan tinggi mencakup tiga bidang utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam bidang pendidikan, Unhas akan mendukung pengembangan Program Doktor Ilmu Hukum dan Magister Kenotariatan di Unes. Dosen-dosen Unes yang memenuhi persyaratan juga akan dilibatkan dalam kegiatan pengajaran, pembimbingan, hingga pengujian mahasiswa.

“Yang kita tandatangani tadi dengan Unes itu bergerak dalam tiga ranah ya yang disebut dengan tridarma perguruan tinggih, nah tridarma perguruan tinggi itu ada pendidikan ada penelitian ada pendidian untuk pendidikan kita akan jalankan itu program doktor kemudian untuk magister itu magister kenotariatan yang kita sepakati tadi,” ujarnya.

Hamzah mengatakan, kerja sama tersebut tidak hanya membuka akses pendidikan lanjutan, tetapi juga menjadi peluang bagi dosen Unes meningkatkan kualifikasi akademik dan jabatan fungsional.

Salah satunya melalui kewajiban publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi bagi mahasiswa program pascasarjana. Keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik tersebut diharapkan ikut mendorong percepatan pencapaian jabatan lektor kepala hingga guru besar.

“Itu juga bagian untuk mendorong dosen-dosen di unes ini untuk bisa cepat menjadi lektor kepala dan guru besar karena mahasiswa S3 di Undas dan S2 itu wajib melakukan publikasi pada jurnal bereputasi internasional,” katanya.

Di bidang penelitian, kedua perguruan tinggi berpeluang mengembangkan riset lintas disiplin ilmu. Penelitian dapat mengangkat berbagai persoalan daerah di Sumatera Barat maupun Sulawesi Selatan, kemudian menghasilkan rekomendasi yang bisa diterapkan dalam kebijakan atau kehidupan masyarakat.

Adapun bidang pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui sosialisasi, kegiatan sosial, serta program pemberdayaan masyarakat.

Hamzah menambahkan, kerja sama tersebut juga membuka peluang kolaborasi Unes dengan fakultas lain di Unhas sesuai kebutuhan penelitian. Payung kerja sama yang telah disepakati melalui nota kesepahaman atau MoU dapat ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama teknis antarfakultas.

Terkait pembukaan mahasiswa baru untuk program pascasarjana tersebut, Hamzah menyebut pelaksanaannya bergantung pada proses perizinan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).

Ia berharap kolaborasi ini menjadi tahap awal bagi Unes untuk mengembangkan kapasitas akademiknya hingga kelak mampu menyelenggarakan program-program tersebut secara mandiri.

Peradi Profesional Siapkan Pendidikan Advokat

Selain menggandeng Unhas, Unes juga menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi Profesional. Kolaborasi ini diarahkan pada pengembangan kompetensi lulusan hukum melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Pendidikan Profesi Advokat (PPA).

Ketua Umum DPN Peradi Profesional, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H., mengatakan Unes menjadi perguruan tinggi pertama di luar Pulau Jawa yang menjalin kerja sama dengan organisasinya.

Menurut Harris, kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan advokat yang memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“UNES adalah lembaga pertama di luar pulau Jawa bekerjasama dengan Peradi Profesional,” katanya.

Ia mengatakan, pihaknya menargetkan pelaksanaan pendidikan advokat dapat dimulai dalam waktu dekat. Bahkan, Peradi Profesional berharap program tersebut bisa berjalan mulai bulan berikutnya dan berkelanjutan.

Selain pendidikan profesi, Peradi Profesional juga menyiapkan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi Fakultas Hukum Unes. Penentuan penerima beasiswa akan diserahkan kepada pihak kampus.

Harris berharap kerja sama tersebut dapat menjadi model pengembangan pendidikan advokat di Indonesia, khususnya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang hukum.

Baca juga:

Kolaborasi Unes dengan Unhas dan Peradi Profesional menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan profesional. Melalui kerja sama tersebut, Unes tidak hanya memperkuat pendidikan pascasarjana, tetapi juga membuka peluang pengembangan dosen, penelitian, serta peningkatan kompetensi lulusan agar semakin siap menghadapi kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. [isr]

No More Posts Available.

No more pages to load.