Pegadaian Ubah Bantuan Jadi Harapan: Khitanan Massal untuk 60 Anak Pelosok Agam

oleh -576 Dilihat
PT Pegadaian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Yayasan Ridha Rabbi Al-Safari melakukan khitan massal. [Foto: Dok. Ist]

Agam, Kabapedia.com — Di tengah sejuknya alam Nagari Padang Laweh, Kabupaten Agam, ada senyum haru yang tak bisa disembunyikan. Sebanyak 60 anak dari keluarga prasejahtera hari itu melangkah dengan berani ke ruang khitan, bukan hanya sebagai tradisi, tapi sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka yang layak dirayakan. Semua berkat inisiatif dari PT Pegadaian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Yayasan Ridha Rabbi Al-Safari.

Baca juga:

Khitanan massal ini bukan kegiatan seremonial biasa. Ia menjadi jawaban atas kebutuhan riil masyarakat — ketika keterbatasan biaya membuat sebagian orang tua harus menunda kewajiban anaknya yang sangat mendasar, baik secara agama maupun kesehatan. Pegadaian hadir, bukan hanya membawa layanan medis, tetapi juga membawa pesan kemanusiaan, bahwa setiap anak berhak mendapatkan perlakuan yang layak, tanpa melihat latar belakang ekonomi.

Program ini memberikan layanan sunat gratis yang didampingi tenaga medis profesional, serta dilengkapi dengan bingkisan dan santunan bagi para peserta. Dari awal proses hingga akhir, semua dilakukan dengan penuh perhatian, menjaga kenyamanan anak-anak yang mengikuti khitan.

Ustaz H. Zainuddin menyebut kegiatan ini sebagai berkah yang datang tepat waktu.
“Kami melihat banyak orang tua yang menunda khitan anaknya karena beban ekonomi. Alhamdulillah, melalui kerja sama ini, 60 anak hari ini mendapatkan haknya. Ini bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga marwah sebagai seorang muslim,” ucapnya.

Baca juga:

Lebih dari sekadar program kesehatan, TJSL Pegadaian hadir sebagai gerakan sosial yang berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Dengan semangat MengEmaskanIndonesia, Pegadaian terus membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya hadir untuk berbisnis, tetapi juga untuk menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat—memberi solusi nyata, menyalakan harapan, dan memuliakan sesama. [isr]

 

Ikuti Kabapedia Network di  Google News dan KabaPadang