80 Tahun Kemerdekaan: Hutama Karya Bangun Jalan Tol Sepanjang 1.220 Km

oleh -490 Dilihat
Salah satu jaringan jalan tol yang dibangun PT Hutama Karya dengan total panjang mencapai 1.220 kilometer. [Foto: Dok. Hutama Karya]

Jakarta, Kabapedia.com – PT Hutama Karya (Persero) menegaskan peran nyatanya dalam membangun konektivitas nasional, menyambut 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Perusahaan BUMN ini telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek infrastruktur jalan, jembatan, dan jalan tol dengan total panjang mencapai 1.220 kilometer, yang langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat berupa waktu tempuh lebih singkat, biaya logistik menurun, dan ekonomi lokal yang bergerak.

Baca juga:

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, menyatakan bahwa selama enam dekade, Hutama Karya konsisten menghadirkan infrastruktur yang aman, andal, dan relevan dengan kebutuhan rakyat.

“Dari Tol Cawang–Priok pada 1987 hingga Trans Sumatera hari ini, fokus kami adalah menghadirkan konektivitas yang betul-betul memudahkan mobilitas orang dan barang, mendorong ekonomi daerah, serta memperkuat ekosistem layanan publik,” ujarnya dilansir Kabapedia.com, Kamis (28/8/2025).

Sementara itu di Pulau Sumatera, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) menjadi pengungkit utama ekonomi wilayah barat Indonesia. Jaringan sepanjang ±951,69 km ini melintasi delapan provinsi. Ruas-ruas prioritas seperti Pekanbaru–Dumai berhasil memangkas waktu tempuh dari empat jam menjadi sekitar 1,5 jam.

Selain itu, di luar Sumatra, Hutama Karya juga membangun infrastruktur strategis. Jalan Tol Bali–Mandara mempermudah mobilitas wisatawan, sementara Tol Cawang–Priok menjadi pionir penggunaan teknologi Sosrobahu yang diadopsi secara global. Perusahaan juga mendukung Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui paket-paket jalan strategis di Kalimantan Timur.

Portofolio jembatan ikonik perusahaan, seperti Jembatan Pulau Balang yang menggunakan teknologi Cable Stayed dan Jembatan Suramadu, menyatukan wilayah dan memantik aktivitas ekonomi baru. Komitmen pemerataan diwujudkan melalui peningkatan jalan nasional, seperti di Papua Barat dan Kalimantan Timur, yang membuka keterisolasian dan menguatkan konektivitas.

Dampak ekonomi dan sosial yang terasa antara lain efisiensi logistik nasional dengan penurunan biaya hingga 30–40%, penyerapan tenaga kerja yang masif, serta peningkatan kunjungan wisatawan seperti di Bali sebesar 20% pascaoperasi tol. Keandalan infrastruktur bertumpu pada penerapan standar keselamatan mutu dan teknologi terkini, seperti Building Information Modeling (BIM) dan sistem digital untuk pengendalian kualitas.

Menatap dua dekade ke depan, Hutama Karya berkomitmen menuntaskan pembangunan JTTS dan memperluas jaringan ke Trans Papua. Penerapan smart infrastructure berbasis Internet of Things (IoT) dan komitmen keberlanjutan dengan target net zero emission pada 2060 juga menjadi agenda prioritas.

Baca juga:

“Kami berfokus pada hasil yang dirasakan masyarakat. Infrastruktur harus mempermudah hidup, mendorong usaha, dan memperkuat layanan publik. Dengan kolaborasi, kami melanjutkan kerja-kerja konektivitas menuju Indonesia Maju,” tutup Adjib. [isr]

 

Ikuti Kabapedia Network di  Google News dan KabaPadang